LAPORAN KEWIRAUSAHAAN

 


A.    Apa itu tempe?

 

Tempe adalah salah satu makanan tradisional khas Indonesia. Di tanah air, tempe sudah lama dikenal selama berabad-abad silam. Makann ini diproduksi dan dikonsumsi secara turun temurun, khususnya di daerah Jawa Tengah dan sekitarnya. Tempe merupakan makanan yang terbuat biji kedelai atau beberapa bahan lain yang diproses melalui fermentasi dari apa yang secara umum dikenal sebagai “ragi tempe”. Lewat proses fermentasi ini, biji kedelai mengalami proses penguraian menjadi senyawa sederhana sehingga mudah dicerna. Sejarah dan Perkembangan Tempe Banyak makanan tradisional berbahan baku kedelai berasal dari China. Sebut saja tahu, kecap, tauco. Tidak seperti makanan itu, tempe tidak berasal dari China. Tempe itu berasal dari Indonesia. Memang, tidak jelas kapan pertama kali tempe mulai dibuat. Namun demikian, sejak berabad-abad silam makanan tradisonal ini sudah dikenal oleh masyarakat Jawa, khususnya di Yogyakarta dan Surakarta. Dalam manuskrip Serat Centhini ditemukan bahwa masyarakat Jawa pada abad ke-16 telah mengenal “tempe”. Kata tempe disebutkan sebagai hidangan bernama jae santen tempe (sejenis masakan tempe dengan santan) dan kadhele tempe srundengan. Kata “tempe” diduga berasal dari bahasa Jawa Kuno. Pada masyarakat Jawa Kuno terdapat makanan berwarna putih terbuat dari tepung sagu yang disebut tumpi. Makanan bernama tumpi tersebut terlihat memiliki kesamaan dengan tempe segar yang juga berwarna putih. Boleh jadi, ini menjadi asal muasal dari mana kata “tempe” berasal.

A.    Kelebihan usaha tempe

 

1. Konsumennya Melimpah

Kelebihan pertama, jenis usaha camilan seperti ini memiliki target konsumen yang melimpah. Bisa dilihat sendiri bahwa penikmat camilan begitu banyak jumlahnya. Apalagi tempe yang begitu merakyat. tempe adalah makanan yang umum dikonsumsi di Indonesia. Peminatnya dari yang muda sampai tua tak melihat status sosial. Jadi bisa dikatakan bahwa pangsa pasar jenis usaha ini sangatlah luas dan pasti akan begitu menguntungkan.

 

Pangsa pasar yang luas ini mempermudah pengusaha dalam menjual produk. Apalagi camilan atau makanan ringan akan selalu dibutuhkan. Meskipun bukan makanan utama tapi kehadirannya selalu dinanti banyak orang.

 

2. Bahan Baku Mudah Didapatkan

 tempe adalah jenis bahan bakunya mudah untuk didapatkan. Seperti diketahui bahwa kacang kedelai adalah bahan yang mudah ditemui di berbagai tempat. Harganya pun terjangkau sehingga tak akan memberatkan pengusaha.

 

Tempe juga bukan jenis bahan makanan musiman. Artinya, tempe bisa ditemukan setiap saat sehingga proses produksi berjalan lancar. Jika produksinya lancar maka akan semakin banyak produk yang bisa dijual dan keuntungannya juga semakin besar.

 

3. pemasarannya muda

Tempe adalah salah satu makanan yang populer diindonesia jadi pemasarannya sangat muda bisa dipasar, keliling, bisa juga online dll. Banyak sekali cara pemasaran tempe dan juga tempe bisa diterima diseluruh kalangan masyarakat baik masyarkat kecil, menengah dan masyarakat keatas.

 

B.    Kekurangan usaha tempe

1.     Proses pembutan

Pembuatan tempe dengan pembuatan tahu beda, pembuatan tempe apabila dalam proses pembuatanya ada yang kurang misalkan dalam pemberian ragi tempe, cara permentasi, dan cara perebusannya salah bisa jadi pembuatan tempenya gagal, berbeda dengan pembuatan tahu sudah pasti berhasil.

2.     Persaingan pasar

Dalam usaha tempe kita juga harus memperhatikan pasarnya kalau ingin berhasil dalam usaha tempe kita harus sebisa mungkin untuk menarik konsumen dengan cara dari segi pengemasan, kualitas, dan harga.

 

 

C.   
Bukti lampiran bahwa bisnis benar benar sudah dijalankan

 Pengantaran tempe ke pelanggan langsung ke tempat tujuan

Komentar

Posting Komentar